Langsung ke konten utama

Mengasah Keterampilan di HackerRank.com - Part 2 (If-Else)

HackerRank adalah platform yang bisa kita gunakan untuk mengasah kemampuan pemrograman kita. Selain pemrograman, kita juga bisa belajar tentang database, keamanan, sistem terdistribusi, dll. Jelas, semua ini ada hubungannya dengan pemrograman. 

Di HackerRank, seperti kebanyakan juri online, kami dapat mengatasi banyak tantangan. Dari tingkat mudah hingga ahli. Ada begitu banyak tantangan yang tersedia sehingga kita tidak akan pernah bosan. Kompetisi atau kontes diadakan secara berkala dan beberapa di antaranya menawarkan harga yang menarik. buat kontes "kecil" kami menggunakan fungsi HackerRank. 

Faktanya, masih ada langit di atas langit, jadi jangan pernah puas dengan pengetahuan yang telah kita peroleh. Terus tingkatkan dan kembangkan lagi, inilah tampilan pertama HackerRank.com:

Pada gambar diatas terdapat tampilan pertama HackerRank.com, pada halaman ini anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan yang saat ini dibutuhkan untuk bisnis atau developer, bagi anda yang ingin belajar bisa memilih untuk developer.

Pada gambar diatas terdapat tampilan awal setelah masuk ke homepage, disini anda dapat memulai berbagai pilihan pembelajaran bahasa pemrograman yang dapat anda pilih sesuka hati jika ingin memulai, kali ini saya akan mencoba contoh pembelajaran python di bagian If-Else. 

Pada gambar diatas terdapat urutan pembelajaran menggunakan berbagai kasus wajib yang harus diselesaikan. Untuk memulai, Anda dapat langsung mengklik selesaikan tantangan. Pada setiap langkah, masih ada kasus yang harus diselesaikan, seperti pada contoh berikut: 

Tugas

Diberikan bilangan bulat, n, lakukan tindakan bersyarat berikut:
  • Jika n aneh, cetak Weird
  • Jika n genap dan dalam kisaran inklusif dari 2 ke 5, cetak Not Weird
  • Jika n genap dan dalam kisaran inklusif dari 6 ke 20, cetak Weird
  • Jika n genap dan lebih besar dari 20, cetak Not Weird

Masukkan format

Satu baris berisi bilangan bulat positif, n.

Kendala

  • 1 ≤ n ≤ 100

Format output

Cetak Weird jika nomornya aneh. Jika tidak, cetak Not Weird.

Contoh Masukan 0

3

Contoh Keluaran 0

Aneh

Penjelasan 0

n = 3
n ganjil dan bilangan ganjil itu aneh, jadi print Weird.

Contoh Masukan 1

24

Contoh Keluaran 1

Tidak Aneh

Penjelasan 1

n = 24
n > 20  dan n genap, jadi tidak aneh.

Code Python

#!/bin/python

import math
import os
import random
import re
import sys

if __name__ == '__main__':
    n = int(raw_input().strip())
if n % 2 == 1:
    print("Weird")
elif n % 2 == 0 and n in range(2,6):
    print("Not Weird")
elif n % 2 == 0 and n in range(6,21):
    print("Weird")
elif n % 2 == 0 and n>20:
    print("Not Weird")

Setelah pengkodean seperti di atas, lalu klik "jalankan kode" untuk memeriksa apakah pengkodean kita benar atau tidak. Akan muncul tanda “konfirmasi” jika sudah benar dan akan muncul “kesalahan” jika masih salah. Selain itu, dapat dikirim dengan mengklik "kirim kode" untuk menyelesaikan mengerjakan studi kasus If-Else.

Gambar di atas adalah output berdasarkan kasus yang telah dilakukan. jika sudah selesai bisa lanjut ke langkah selanjutnya



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Kerja Komputer dan Assembler Menggunanakan NASM

Mempelahjari Bagaimana Cara Kerja Komputer dan Belajar Assembler Menggunanakan NASM      Komputer merupakan perangkat listrik dimana kosakata bahasanya hanya ON yang dilambangkan angka 1 dan OFF yang dilambangkan angka 0. Dimana angka biner 0 artinya arus listrik diputus, sedangkan 1 artinya arus listrik tersambung.      Jaman dahulu, pada saat komputer generasi awal dibuat, teknologinya yang ada masih menggunakan tabung vakum. Sehingga 1 unit komputer merk Electronic Numerical Integrator and Computer (ENIAC), dibuat dari 18.000 tabung vakum, 70.000 resistor dan 5 juta titik solder. Komputer ENIAC ini setidaknya butuh ruang 500 meter persegi atau hampir seluas lapangan sepak bola. berbeda dengan saat ini yang ukurannya sudah sangat kecil. Bagaimana Cara Kerja Komputer?      Komputer tidak menyimpan karakter sebagai karakternya sendiri, juga tidak ada gambar dan huruf yang tersimpan di harddisk komputer kita. Sebaliknya, setiap karakter ...

Membuat Form Login dengan Metode Monolitik, Ajax, dan JQuery

  Monolitik Monolitik adalah sebuah pendekatan tradisional pada pembangunan sebuah aplikasi. Aplikasi monolitik terbentuk menjadi satu kesatuan kode yg nir bisa dipisahkan satu & lainnya.  Salah satu karakter sistem arsitektur monolitik merupakan ketika pemrogram ingin melakukan perubahan dalam sistem monolitik, pemrogram wajib  mengganti satu kesatuan kode secara menyeluruh & bersamaan. yuk kita bedah kodenya. Pertama buat file html biasa menggunakan nama login1.html , pada body kita membuat form dan button untuk mengirimkan data. <! DOCTYPE html > < html lang = "en" > < head > < meta charset = "UTF-8" > < meta http-equiv = "X-UA-Compatible" content = "IE=edge" > < meta name = "viewport" content = "width=device-width, initial-scale=1.0" > < title > Login </ title > </ head > < body > < h1 > Web Monolitik </ h1 > <...

Membuat Halaman CheckOut Dengan NextJS & Bulma

Apa itu Next.js?  Next.js merupakan sebuah React framework yang dibentuk buat mengatasi kasus client-side rendering yang dimiliki React. Sebuah halaman website yang dibentuk memakai React ‘terasa ringan’ lantaran tampilan website sangat interaktif.  Selain itu, ketika data berubah, React menggunakan efisien akan mengupdate bagian menurut halaman website yang memang perlu diupdate tanpa perlu reload satu halaman penuh.  Untuk menerima itu seluruh, client wajib load seluruh file JavaScript sebelum konten halaman ditampilkan. apabila file JS relatif akbar maka ketika yang diperlukan buat load pertama kali pula sebagai lebih lama.  Masalah lain menurut client-side rendering merupakan SEO, terdapat kemungkinan web crawler berusaha mengindex halaman yang belum terselesaikan dirender sepenuhnya (lantaran ketika load yang lama). Dan menduga web tadi blank.  Kedua kasus diatas bisa diselesaikan menggunakan teknik pre-rendering. Yaitu halaman HTML dan file JavaScript pada...